LOOP
DAILY LIFE

Sejarah Singkat Hari Natal, Gimana sih Cara Orang-Orang Zaman Dulu Merayakannya?

Hari Natal bukan hanya melulu dihubungkan dengan agama lho. Berikut beberapa sejarah mengenai festival utama musim dingin ini!

Rahelia Peni Lestari | 09 December 2020

Hari Raya Natal adalah hari yang sakral bagi sebagian orang. Di samping itu, Natal juga sudah jadi fenomena budaya yang dirayakan di seluruh dunia. Yup, selama dua milenia, orang-orang di seluruh dunia telah merayakan Natal sebagai hari raya agamis dan juga kultural. Penganut agama Kristiani merayakan Hari Natal sebagai hari lahir Isa Almasih dari Nazaret, yang merupakan pusat dari pengajaran agama tersebut.

Perayaannya meliputi penghiasan pohon Natal, bertukar kado, beribadah ke gereja, makan bersama, hingga menanti Sinterklas datang. Tapi kamu mau tahu nggak, apa sih yang terjadi sebelum natal modern ini dikenal? Yuk kita simak.

Sumber: pexels.com

Pada pertengahan musim dingin, telah dikenal adanya perayaan di seluruh belahan bumi. Berabad-abad sebelum kedatangan nabi yang dinamakan Isa Almasih, bangsa Eropa mula-mula merayakan datangnya masa terang setelah pertengahan musim dingin. Banyak orang merayakan datangnya titik balik matahari, di mana masa-masa berat musim dingin telah lewat dan kehangatan musim semi kian mendekat.

Di Skandinavia, orang Norwegia merayakan hari raya Yule pada tanggal 21 Desember, yang merupakan masa titik balik matahari, hingga Januari. Dalam memperingati datangnya kembali matahari, ayah dan anak lelakinya akan membawa pulang batang kayu besar dan membakarnya. Orang-orang akan berpesta dan makan bersama hingga apinya padam, yang bisa menghabiskan waktu selama 12 hari. Mereka percaya bahwa setiap percikan api yang menyembur bermakna bahwa akan ada ternak baru yang akan lahir pada tahun berikutnya.

Sumber: pexels.com

Akhir bulan Desember adalah waktu yang tepat bagi banyak tempat di Eropa. Karena pada saat itu, banyak ternak disembelih agar tidak perlu diberi makan saat musim dingin. Hal ini sangat istimewa lho, karena masa-masa tersebut adalah salah satu musim ketika mereka akhirnya punya pasokan daging segar. Selain itu, limpahan anggur dan minuman fermentasi juga sudah siap untuk dikonsumsi pada waktu itu.

Sumber: pexels.com

Di Jerman, orang-orang menghargai Dewa Pagan Oden saat musim dingin tiba. Bagi orang Jerman, Dewa Oden sangatlah mengerikan, karena ia mengirimkan semua binatang nokturnal untuk terbang di angkasa untuk memperhatikan orang-orang, melihat siapa yang berbuat baik dan jahat. Karenanya banyak orang Jerman memilih untuk tinggal di rumah pada saat itu. Sedikit mirip dengan tradisi Sinterklas modern ya!

Yuk, aktifkan paket data Ilmupedia supaya belajar online jadi lebih mudah dan menyenangkan. Hanya mulai dari Rp2300 aja, kamu udah bisa mengakses 10 aplikasi edutech populer (Ruangguru, Quipper, Zenius, Cakap, dll) dan banyak situs e-Learning lainnya. Aktifkan paket data Ilmupediamu di link ini ya!

Bagaimana perasaan kamu tentang artikel ini?
MARAH!
4
KAGET
0
SEDIH
2
TAKUT
1
LUCU
4
SENANG
5
SUKA
10
TERINSPIRASI
3
Komentar
2
Avatar
Admin
07 December 2021
sejarah apaan ni
Avatar
Admin
10 December 2020
Sejarah ngawur