LOOP
ENTERTAINMENT

Mengintip Proses Pembuatan Anime, Apa yang Terjadi di Balik Layar?

Proses di balik tontonan favoritmu nih

Master Admin | 11 December 2020

Kamu mungkin tahu beberapa judul anime yang ceritanya sanggup bikin penontonnya penasaran dan terpukau. Misalnya One Piece, Naruto, Attack on Titan, Kimetsu no Yaiba, dan masih banyak lagi. Dari tahun 90an sampai sekarang, anime udah jadi budaya pop yang banyak digemari orang-orang di seluruh penjuru dunia. Apakah kamu salah satu di antaranya?

Anime berasal dari kata “Animation” yang diambil dari bahasa Inggris. Dari namanya saja kita sudah tahu kalau anime adalah cerita yang disuguhkan dalam bentuk animasi. Tapi dari segi visual dan cerita, anime cenderung dipengaruhi oleh karya-karya manga atau komik Jepang. Itulah yang membedakannya dari film animasi biasa.

Yup, anime pada mulanya adalah gambar. Konsepnya hampir sama dengan flip book yang jika halamannya dibalik dengan cepat akan nampak seperti tokoh yang bergerak. Konsep ini kemudian diadopsi ke dalam proses animasi. Penasaran bagaimana anime diciptakan? Yuk, kita intip prosesnya!

1. Planning

Sumber: mepixels.com

Tahap awal pembuatan anime adalah planning atau perencanaan. Pada tahap ini penulis naskah akan mengumpulkan ide-ide dan konsep anime. Proses ini melibatkan perancangan karakter yang akan muncul di dalam cerita baik dari segi penampilan, kepribadian, atau mungkin ciri khasnya. Selain itu, di tahap ini juga sutradara atau penulis naskah menentukan cerita.

Jika anime yang dibuat mengadopsi serial manga yang sudah terbit, tahap planning ini tentu nggak diperlukan.

Setelah cerita dan desain karakternya rampung, sutradara akan berdiskusi dengan produser. Pembuatan anime baru bisa dilanjutkan ke tahap storyboard setelah konsepnya disetujui produser.

2. Storyboard

Sumber: pinterest.com

Kalau benang merahnya udah ketemu, sekarang saatnya masuk ke tahap storyboard. Pada proses ini, sutradara akan menentukan potongan adegan, cerita, gerakan tokoh, latar cerita, hingga dialog yang diucapkan.

3. Layout

Sumber: animeforum.com

Layout bertujuan untuk membuat gambar di storyboard lebih hidup. Proses yang harus dilakukan saat layouting misalnya menambahkan objek di sekitar frame adegan agar terkesan lebih realistis. Proses ini biasa dilakukan oleh tim animator khusus dengan arahan dari penulis naskah dan sutradara.

4. Key Animation

Sumber: twitter.com

Key animation merupakan proses yang lebih detail atau lanjutan dari storyboard. Pada proses ini, key animator mengatur detail gerakan tokoh.

Misalnya, pada storyboard dirancang aktor akan menoleh ke kiri, maka di tahap ini dibuat dua gambar yang mewakili pergerakan tokoh, yaitu gambar dengan kepala menghadap ke depan dan gambar dengan kepala menghadap ke kiri.

5. In-Between Animation

Sumber: animebooks.com

Key animation saja nggak akan cukup untuk membuat gerakan anime yang halus. Oleh karena itu, ada tahapan in-between animation yang bertujuan untuk memastikan setiap gerakan karakter terlihat halus dan nyata.

Di tahap ini, supervisor key animator akan mengoreksi hasil kerja key animator dan, mungkin meminta gambar tambahan atau revisi gambar yang dibuat sebelumnya.

6. Digialize

Sumber: animenewsnetwork.com

Setelah gerakan tokoh di setiap adegan sudah dirasa pas, saatnya proses digitalize. Inti dari proses ini adalah pemberian warna oleh colorist dan penampahan efek visual pada gambar oleh seniman sound effect (SFX artist) sehingga terlihat seperti adegan 3D.

7. Editing

Sumber: animestarwall.com

Akhirnya, sampai juga di proses terakhir pembuatan anime, yaitu proses editing. Pada proses ini dilakukan penambahan efek suara dan pengisian suara tokoh atau dubbing oleh seiyu (pengisi suara di anime). Tentunya seiyu yang bertugas dipilih terlebh dahulu agar supaya dapat suara yang pas dengan tokoh anime yang dibuat. Setelah itu, barulah anime bisa ditayangkan untuk dinikmati penonton.

Penjelasan di atas mungkin terasa singkat kalau dibandingkan dengan proses nyata pembuatan anime yang cukup rumit dan memakan banyak waktu dan tenaga. Tapi secara umum, ketujuh tahapan di atas udah mewakili proses pembuatan anime kok. Intinya, sekarang kamu tahu kan gimana proses pembuatannya?

Yuk, kunjungi Kelas Online Ilmupedia untuk belajar hal baru lainnya!

Gratis, nggak perlu daftar! Langsung aja kamu tonton koleksi video edukatif di Ilmupedia biar dapat ilmu baru yang berguna buat pendidikan dan karier kamu nanti. Klik banner di atas ya!

Yuk, aktifkan paket data Ilmupedia supaya belajar online jadi lebih mudah dan menyenangkan. Hanya mulai dari Rp2300 aja, kamu udah bisa mengakses 10 aplikasi edutech populer (Ruangguru, Quipper, Zenius, Cakap, dll) dan banyak situs e-Learning lainnya. Aktifkan paket data Ilmupediamu di link ini ya!

Bagaimana perasaan kamu tentang artikel ini?
MARAH!
3
KAGET
5
SEDIH
4
TAKUT
3
LUCU
5
SENANG
9
SUKA
11
TERINSPIRASI
17
Komentar
0