LOOP
DAILY LIFE

Pahami 3 Hal Ini Supaya Kamu Nggak Kebingungan Saat Kena Tilang

Jangan panik, dan jangan mau diajak "damai!"

Bayu Bahrul | 30 November 2020

Sebagian dari kamu pasti ada yang pernah ditilang polisi pas berkendara di jalan. Tapi bagi kamu yang belum pernah ditilang, usahakan jangan panik dan berpikiran negatif dulu saat ditilang polisi. Sebab pada dasarnya, penilangan merupakan upaya polisi mengurangi pelanggaran lalu lintas sehingga tercipta situasi jalanan yang lebih aman dan nyaman.

Jika kamu terbukti bersalah, biasanya pak polisi bakal menerangkan pasal apa saja yang kamu langgar. Lalu pak polisi menulis bukti pelanggaran di buku tilang, bukan mengih sejumlah uang.

Nah, supaya nggak kebingungan, baiknya kamu memahami prosedur penilangan yang benar agar terhindar dari hal yang tak diinginkan. Pahami tiga hal berikut supaya kamu nggak kebingungan saat menghadapi penilangan.

BACA JUGA: Apa sih Itu Angpao? Mau Tau Sejarah dan Makna Angpao? Cek Disini

1. Menghadapi Pak Polisi

 

Sumber: netralnews.com

Pertama-tama biasanya pengendara disuruh menepi ke pinggir jalan. Kalau pengendara itu kamu, turuti saja permintaan polisi, jangan nekat kabur, apalagi jika kamu merasa nggak berbuat salah.

Selanjutnya, pastikan polisi yang menilang membawa buku tilang. Sebab di buku tilang lah semua keterangan penilangan, termasuk identitasmu dicatat. Jika polisi kedapatan tak membawa buku tilang, kemungkinan kamu sedang berhadapan dengan polisi pungli. Kalau menemukan polisi seperti ini jangan mau diajak damai dengan membayar sejumlah uang. Nanti uangmu malah masuk kantong pribadi polisi, bukan kas negara.

Solusinya, coba ajak polisi ke kantor polisi agar pelanggaran bisa dicatat sesuai ketentuan yang berlaku.  

2. Slip Penilangan

Sumber: fcounter.wordpress.com

Yup, saat kamu ditilang, polisi akan mencatat pelanggaran dalam buku tilang berisi lima lembar kertas dengan warna berbeda. Setiap warna kertas menandakan fungsinya masing-masing:

- Slip merah

Kertas penilangan warna merah diberikan untuk pelanggar sebagai bukti pelanggaran lalu lintas yang telah dilakukan. Slip merah ini nantinya diserahkan pelanggar untuk menebus surat-surat yang disita saat menghadiri pengadilan.

- Slip biru

Slip biru diberikan pada pelanggar yang ingin membayar denda lewat bank. Kalau nggak mau menghadiri sidang, kamu bisa pilih metode pembayaran bank. Tapi risikonya, biaya denda slip biru lebih mahal dari denda di persidangan, sebab kamu bakal dikenakan denda maksimum.

- Slip hijau

Slip warna hijau ini nantinya bakal diserahkan polisi pada pengadilan sebagai referensi kasus pelanggaran.

- Slip Kuning

Slip warna kuning untuk keperluan arsip kepolisian.

- Slip Putih

Sedangkan slip putih untuk arsip kejaksaan.

Setelah mengetahui fungsi masing-masing slip penilangan, yuk kita pahami prosedur pengadilan dan pembayaran lewat bank!

BACA JUGA: Tujuh Bahasa Paling Langka dan Hampir Punah dari Berbagai Belahan Dunia

3. Menghadiri Persidangan

Sumber: metro.tempo.co

Kalau terbukti bersalah, biasanya ada surat keterangan pengemudi (SIM atau STNK) yang disita polisi. Jika kamu nggak punya keduanya, mungkin motor kamu yang nantinya bakal disita. Setelah itu, kamu bakal dikasih slip merah, dan di situ tertera kapan dan di mana kamu harus menghadiri pengadilan.

Tapi tenang saja, pengadilan bagi pelanggar hukum lalu lintas nggak semenyeramkan pengadilan tindak kriminal. Di pengadilan nanti kamu akan diberi nomor urutan, lalu menunggu giliran dipanggil Bapak Hakim. Kemudian hakim menyatakan pelanggaran apa yang telah kamu perbuat dan vonis dendanya.

Setelah pengadilan selesai, kamu bisa mengambil kembali surat-surat, atau motor kamu yang disita polisi.

Semoga penjelasan di atas berguna supaya kamu nggak kebingungan pas ditilang polisi. Kalau bisa, jangan sampai ditilang deh, jadilah warga negara yang baik dengan mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

Yuk, aktifkan paket data Ilmupedia supaya belajar online jadi lebih mudah dan menyenangkan. Hanya mulai dari Rp2300 aja, kamu udah bisa mengakses 10 aplikasi edutech populer (Ruangguru, Quipper, Zenius, Cakap, dll) dan banyak situs e-Learning lainnya. Aktifkan paket data Ilmupediamu di link ini ya!

Bagaimana perasaan kamu tentang artikel ini?
MARAH!
43
KAGET
22
SEDIH
19
TAKUT
25
LUCU
18
SENANG
23
SUKA
26
TERINSPIRASI
41
Komentar
2
Avatar
Admin
03 March 2021
ok
Avatar
Admin
30 November 2020
baik juga